Minggu, 23 Januari 2011

sakitlah, maka kamu akan tau apa itu bangkit

*Bandung pagi hari, sejuk sekali...

semangat itu datangnya dari diri sendiri....kita yang punya bahan bakarnya, orang lain hanya membantu membakar...
kalo dari kita aja udah ga mau modalin bahan bakarnya, trus apa yang mau dibakar coba??

dan melanjutkan note saya yang kemarin...
"sekarang bukan tentang bagaimana rasanya sakit saat kamu terjatuh, tapi ini tentang bagaimana kamu bisa bangkit setelah berkali kali kamu jatuh bahkan saat lukamu belum mengering"

well, masalahnya : gimana caranya?? ya kan??
caranya ya dengan menumbuhkan semangat di dirimu untuk bangkit tadi...
munafik memang, karena saya saja kadang masih malas untuk bangun saat sudah jatuh..
tapi terkadang memang kita butuh waktu untuk memulai suatu kebangkitan yang lebih besar dari sebelumnya...
mengumpulkan bahan bakar agar semangat kita bisa dibakar...ya kan???itu butuh waktu lhooo...

coba berkaca (di cermin beneran, ini bukan kiasan)...tanya pada diri sendiri : 'sudahkah saya membanggakan???sudahkah saya bangga dengan diri saya sendiri???'

dengan segala masalah yang menimpa, dengan segala rasa sakit saat jatuh, dengan segala keterpurukan selama ini, sudahkah apa yang kita lakukan dalam mengatasinya cukup membuat kita bangga?? wah, kalo saya sendiri masih belum tau jawabannya... :p

jatuh ya jatuh, rasanya pasti sakit! ya iya lah, namanya jatuh...
lha terus kenapa kalo sakit?? diobatin donk...masa mau didiemin terus...
obatnya pake apaaa???

begini sob, kita bukan anak SMA lagi, yang saat terjatuh, kita menghalalkan segala cara agar tidak terasa sakit.. yang saat mendapati masalah di depannya, kita memilih untuk melewati jalan lain dan menghindari masalah itu sejauh-jauhnya...

dewasa donk braaayyy!!
kalo dulu waktu SMA, semua masalah rasanya bisa kita lewati dengan senyum, tawa canda bareng teman2, bagus siiiih, tapi ya gituuu, masalahnya ga diselesein, cuma dipandangi, trus kita cuma bilang : 'ah, yaudah lah, bodo amat!'.. dan tau2, masalahnya numpuuuk, segunung, lebih tinggi dari merapi... udah tinggi, bisa meledak sewaktu2 pula...jadi kita sendiri ga bisa mendakinya untuk menaklukannya...

sekarang udah beda coooy...masalah itu harus diselesaikan...jatuh itu harus dihadapi, dan rasa sakit itu memang harus kita rasakan...
terus, berulang-ulang, sampai akhirnya kita terbiasa untuk sakit saat jatuh..dan rasanya udah ga sakit lagi ko...

kaya buruh pabrik yang kerjanya bareng sama mesin-mesin.. kalo orang baru, pasti dia takut tangannya terluka karena mesin2 yang ada di sekitarnya...sekali dia terluka, tangannya berdarah misalnya, rasanya pasti sangat menyakitkan.. sampe bolos dua hari dengan dalih penyembuhan...
tapi saat luka yang kedua, ketiga, keempat, dia sudah terbiasa menghadapinya, dan mesin2 itu lama2 pun jadi sahabatnya...

seperti itulah saat kita terjatuh seharusnya...rasa sakitnya dinikmati saja lah yaa..karena pada suatu hari nanti saat kita sudah terbiasa terjatuh dan tidak merasakan sakit lagi...ih, rasanya aneh tauuu, percaya deh! kita bakal kangen dengan rasa sakit itu!

semua ada waktunya sendiri-sendiri ko..kapan kita bahagia, kapan kita terjatuh, kapan masalah menerpa...
yang terpenting bukan KAPAN itu datang, tapi kesiapan kita untuk menghadapi apapun itu, kapanpun itu...

dan seperti kemarin saya bilang, bangkit itu suatu keharusan, bukan cuma pilihan!!!
dan selamat bangkit dari rasa sakit dan keterpurukan buat kalian semua...

saloom....
-Nadytha Zildjian, 21 Januari 2011-

Kamis, 20 Januari 2011

tulisan pertama...

siang membosankan..


selalu menyakitkan memang, saat kebahagiaan yang sepertinya hanya sejengkal dari kita tapi bahkan tak bisa kita sentuh dan terasa sangat jauh...
apalagi saat kita mengupayakan kebahagiaan yang sebenarnya hanya untuk orang lain dan tak bisa kita rasakan sendiri dengan dalih menyayangi...

yaaah, itulah ketulusan...
saat yang lain meminta, kita memberi
saat yang lain memohon untuk suatu maaf, kita memaafkan dengan ikhlas
saat yang lain mencaci, kita hanya tersenyum dan berbesar hati

then what??
tulus itu memang bukan untuk diingat-ingat kan???
ya...sudahlah...
semua punya waktunya sendiri-sendiri
kebahagiaan juga punya jalan sendiri-sendiri untuk menemukan tempat dimana dia seharusnya berada...

walau hanya kita yang tau apa yang sebenarnya terjadi, tapi semua orang tetap punya pandangan sendiri kan tentang apa yang dilihatnya??
yah, cover memang selalu menjadi kesan pertama...
seperti buku...
bisa dicover oleh penulisnya sendiri, atau dicover oleh sampulnya...
seindah apapun tulisan-tulisan di dalamnya, kalau orang lain sudah under estimate dengan sang penulis atau sudah tidak tertarik dengan apa yang terlihat dari luarnya, ya sudah...mau membaca saja malas!
sama seperti kita...sekeras apapun kita mencoba menjelaskan betapa baiknya suatu hal, tapi jika pihak lain sudah berkeras memandang buruk kita atau bahkan yang hanya terlihat dari kita, bisa ditebak apa jadinya....

sebenarnya sepele...jangan pedulikan apa kata orang!
selesai kan perkara!!??
siapapun itu, sepenting apapun mereka di hidupmu, tetap kamu yang menjalani pilihanmu...
tapi yang sudah ya sudah saja lah...
sekali lagi,,, ketulusan memang bukan untuk diingat kan??

sekarang bukan tentang bagaimana rasanya sakit saat kamu terjatuh, tapi ini tentang bagaimana kamu bisa bangkit setelah berkali kali kamu jatuh bahkan saat lukamu belum mengering...

dan mereka??? beharap saja lah...semoga suatu saat nanti ada yang mengerti, bahwa memilih itu bukan dipaksa, tapi diresapi, tanpa tekanan sana sini...

dan inilah akhirnya.....
tersenyum cuma jalan satu-satunya agar semua tak terasa begitu menyakitkan..
dan bangkit??itu suatu keharusan, bukan cuma pilihan!!
=D